Pentingnya Kesehatan Mental Bagi Generasi Muda
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO. Kesehatan mental adalah keadaan sejahtera di mana setiap individu bisa mewujudkan potensi mereka sendiri. Artinya, mereka dapat mengatasi tekanan kehidupan yang normal dan dapat berfungsi secara produktif serta mampu memberikan kontribusi kepada komunitas mereka.
Namun pentingkah kesehatan mental bagi diri sendiri? Apalagi untuk generasi masa kini?
Jawabannya IYA.
Mengapa?
Berdasarkan artikel yang saya baca data milik WHO, b*n*h d1r1 menjadi penyebab kematian nomor dua terbesar setelah kecelakaan di kalangan remaja berusia 15-29 tahun, dan mengakibatkan sekitar 4.600 jiwa meninggal setiap tahunnya. Dan dari data Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) merilis kondisi kesehatan jiwa nasional pada 2010, menunjukkan rata-rata terdapat 4,3 dari 100 ribu penduduk meninggal akibat b*n*h d1r1.
Angka itu turun menjadi 4 pada 2015. Terakhir hingga 2018 angka b*n*h d1r1 di Indonesia stagnan di angka 3,7. Angka itu juga menempatkan Indonesia di peringkat ke-159 dari 183 negara dalam hal jumlah kematian akibat b*n*h d1r1 di dunia.
Bukankah hal itu, angka yang tidak main - main?
Lalu akan saya ulang lagi, penting tidak kesehatan mental untuk diri sendiri?
Apalagi kita ini calon - calon penerus bangsa.
Baik sebelum itu saya akan memberikan beberapa faktor yang menyebabkan 'hal itu'
1. Faktor Biologi : Genetik, Gangguan pada otak
2. Faktor Kehidupan : Trauma, Pel3c3h4n, Obat - obatan
3. Faktor Keluarga : Riwayat keluarga, Family issue
4. Faktor Lingkungan : Lingkup pertemanan, Pergaulan
Namun dari semua hal itu yang pernah kita rasakan.
Lalu adakah pencegahannya?
So here the answer...
Beberapa pencegahannya ialah :
1. Untuk menghindari hal - hal yang tidak kita inginkan. lakukanlah aktivitas fisik untuk menyibukkan diri kalian. Contohnya : Berolahraga ataupun membereskan rumah
2. Memelihara pikiran yang positif. Mengapa? Karena dengan pikiran positif tubuh kita juga akan bereaksi untuk tidak melakukan hal - hal yang tidak kita inginkan. Contoh : Seperti melakukan hal negatif ke diri sendiri (Please dont!)
3. Menyibukkan diri dengan hobi yang kalian sukai. Seperti contohnya : Memasak, merapihkan kamar, menulis ataupun mendengarkan lagu. Pokoknya hal yang kalian sukai, dan menambah energi positif di diri sendiri :)
4. Membantu orang lain. Hal ini bisa kalian lakukan, jika ingin mengalihkannya ke hal yang bermanfaat bagi orang sekitar. Dari sini juga, kalian bisa belajar, bahwa hidup harus tetap berjalan (Semangat!)
5. Istirahat dan tidur yang cukup. Ini salah satu hal yang wajib bagi diri sendiri. Karena dengan istirahat ataupun tidur yang cukup, dapat membuat tubuh dan otak kalian lebih banyak memiliki energi positif dan bisa menjalani hari dengan semangat. Dan jika kita istirahat yang cukup, kalian juga akan terhindar dari berbagai penyakit
6. Mencintai diri sendiri. Karena dengan mencintai diri sendiri dapat menjauhkan pikiran negatif pada diri sendiri. Dan dengan mencintai diri sendiri bahwa kita sadar bahwa diri kita adalah hal yang terpenting.
Lalu apakah ada yang bisa menolong kita, jika berada di posisi 'hal itu?'
Tentu saja ada.
Lalu apa yang bisa kita lakukan?
So here...
Yang pertama jika kalian berada di posisi ini.
First, Jangan menanggung semua beban sendirian.
Jangan berlarut - larut hingga ke dasar pikiran kalian.
Jangan menyakiti diri kalian.
Jangan menyalahkan semuanya ke diri kalian dan jangan sendirian jika kalian di posisi itu. JANGAN.
Berikut beberapa pertolongannya :
1. Psikoterapi. Psikoterapi merupakan terapi bicara yang memberikan media yang aman untuk pengidap dalam mengungkapkan perasaan dan meminta saran. Psikiater akan memberikan bantuan dengan membimbing pengidap dalam mengontrol perasaan. Psikoterapi beserta perawatan dengan menggunakan obat-obatan merupakan cara yang paling efektif untuk mengobati penyakit mental. Beberapa contoh psikoterapi, antara lain cognitive behavioral therapy, exposure therapy, dialectical behavior therapy, dan sebagainya.
Jadi, jangan takut untuk datang ke psikiater. Dan tolong banget. Kalau kita ingin kesini bukan karena kita gila. Tapi kita kesini karena kita memang butuh untuk kesehatan dan kebaikan diri sendiri :)
2. Rawat inap. Rawat inap diperlukan jika pengidap membutuhkan pemantauan ketat terhadap gejala-gejala penyakit yang dialaminya atau terdapat kegawat daruratan di bidang psikiatri, misalnya percobaan b*n*h d1r1.
3. Stimulasi otak. Stimulasi otak berupa terapi elektrokonvulsif, stimulasi magnetik transkranial, pengobatan eksperimental yang disebut stimulasi otak dalam, dan stimulasi saraf vagus.
4. Pengobatan terhadap penyalahgunaan zat. Pengobatan ini dilakukan pada pengidap penyakit mental yang disebabkan oleh ketergantungan akibat penyalahgunaan zat terlarang.
5. Bercerita atau curhat dengan orang yang kita percayai (bisa sahabat, teman, keluarga ataupun orang yang kita percayai). Karena dengan mengeluarkan emosi kita dengan bercurhat adalah hal yang kita butuhkan jika kita sedang di titik jenuh dalam hidup
6. Support group. Umumnya beranggotakan pengidap penyakit mental yang sejenis atau yang sudah dapat mengendalikan emosinya dengan baik. Mereka berkumpul untuk berbagi pengalaman dan membimbing satu sama lain menuju pemulihan.
7. Membuat rencana bagi diri sendiri, misalnya mengatur gaya hidup dan kebiasaan sehari-hari, untuk melawan penyakit mental. Rencana ini bertujuan untuk memantau kesehatan, membantu proses pemulihan, dan mengenali pemicu atau tanda-tanda peringatan penyakit.
8. Mendekatkan diri dengan tuhan. Hal ini juga bisa kita lakukan, jika kita sudah tidak ada pertolongan dan ketika kita benar - benar ingin meminta tolong kepada NYA. Niscaya tuhan akan menolong dan memberikkan jalan terbaik dalam hidup kita.
Dengan beberapa cara pencegahan dan pengobatan yang saya paparkan tadi semoga bermanfaat bagi semua. Dan dari semua itu. Bahwa kesehatan mental adalah hal yang terpenting bagi hidup kita dan generasi ini.
Apalagi kita berada di dalam arus dunia dan banyak lika - liku yang akan kita jalani.
Tetapi percayalah, tuhan tidak akan memberikkan cobaan dibatas kemampuan umatnya.
Semangat, untuk generasi muda nan sehat Indonesia 💪
#LoveYourself
#MentalHealth
#WorldMentalHealthDay
#MentalHealthMatters
#GenerasiZ
#Adhikara58
#MabaUB2020
#RAJABrawijaya2020
#KitaSatuBrawijaya
#KreasiNyataBrawijayans
Sumber :
https://www.google.com/amp/s/m.kumparan.com/amp/beritaanaksurabaya/angka-kematian-remaja-bunuh-diri-tertinggi-kedua-setelah-kecelakaan-1sdlOdTGAvH
Sumber: https://m.mediaindonesia.com/read/detail/283335-tiap-40-detik-satu-orang-tewas-akibat-bunuh-diri
https://www.halodoc.com/kesehatan/kesehatan-mental

Comments
Post a Comment